Friday, April 6, 2012

Hewan Langka bagian 2


1.     Orang Utan
Orang utan adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan, kadang cokelat, yang hidup di Indonesia dan Malaysia .
Istilah orang utan diambil dari bahasa Indonesia dan atau bahasa Melayu, yang berarti manusia (orang) hutan. Mereka memiliki tubuh yang gemuk dan besar, berleher besar, lengan yang panjang dan kuat, kaki yang pendek dan tertunduk, dan tidak mempunyai ekor.
Orang utan berukuran 1-1,4 m untuk jantan, yaitu kira-kira 2/3 kali ukuran seekor gorila. Tubuh orang utan diselimuti rambut merah kecoklatan. Mereka mempunyai  kepala yang besar dengan posisi mulut yang tinggi.
Orang utan jantan memiliki pelipis yang gemuk. Mereka mempunyai indera yang sama seperti manusia, yaitu pendengaran, penglihatan, penciuman, pengecap, dan peraba.
Telapak tangan mereka mempunyai 4 jari-jari panjang ditambah 1 ibu jari. Telapak kaki mereka juga memiliki susunan jari-jemari yang sangat mirip dengan manusia.
Orang utan termasuk hewan vertebrata, yang berarti bahwa mereka memiliki tulang belakang. Orang utan juga termasuk hewan mamalia dan primata.
Orang utan saat ini merupakan binatang langka, karena manusia terus-menerus merusak habitat mereka dan seringkali pula menjual bayi-bayi mereka secara ilegal untuk dijadikan hewan peliharaan. Diperkirakan populasi orang utan di seluruh dunia baru-baru ini hanya berjumlah 100.000 ekor. Saat ini telah dikembangkan suaka margasatwa untuk melestarikan populasi mereka di Indonesia dan Malaysia.


2.  Harimau Sumatera

Harimau Sumatera merupakan satwa yang terancam punah, hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera dan diperkirakan populasinya tinggal 450-500 ekor. Dalam upaya penyelamat-an harimau Sumatera Taman Safari Indonesia ditunjuk oleh 20 kebun binatang di dunia sebagai Pusat Penangkaran Harimau Sumatera.

3.    Buaya Sinyulong

Buaya Sinyulong semakin langka akibat kebakaran dan pembukaan lahan di habitatnya yang berupa hutan rawa. Hewan ini terdapat di Pulau Sumatra.

4.    Macan Tutul Jawa

Macan tutul Jawa, terancam punah karena pembukaan hutan untuk pembangunan yang pesat. Hewan ini terdapat di Pulau Jawa.

5.    Bekatan Kahau dan Jelutung
   Ini gambar bekatan
Bekatan kahau dan jelutung terancam punah karena pembukaan hutan untuk lahan perkebunan sering dilakukan dengan membakar hutan. Hewan ini terdapat di Pulau Kalimantan.


6.    Anoa, Burung Rangkong, Krabuku kecil, dan Maleo Senkawor
 ini gambar Anoa

  ini gambar Maleo

Hewan-hewan ini terancam punah, antara lain karena perburuan liar juga karena pengrusakan hutan. Hewan-hewan ini terdapat di Pulau Sulawesi.

7.    Terumbu karang

Terumbu karang banyak mengandung ikan dan hewan laut lainnya yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Penangkapan ikan dengan menggunakan zat kimia dan bom menyebabkan rusaknya
terumbu karang. Terumbu  karang ini banyak terdapat di Nusa Tenggara dan Maluku.

8.    Kasturi Kepala Hitam

Kasturi kepala hitam, semakin menyusut akibat penangkapan dan perdagangan liar. Hewan ini terdapat di Papua.

9.    Rusa

Rusa memiliki dua tanduk pada kepalanya. Rusa jantan biasanya mempunyai tanduk yang bercabang. Setiap tanduk tersebut dapat bercabang dua atau tiga. Tinggi tanduk rusa dapat mencapai satu meter. Karena bercabang, tanduk rusa menjadi tampak indah. Tanduk rusa diburu manusia untuk dijadikan hiasan. Tanduk rusa juga dimanfaatkan untuk membuat kancing baju dan gagang pisau. Selain tanduk, masih ada bagian tubuh rusa yang diambil. Minyak rusa dihasilkan dari kelenjar perut rusa. Minyak ini digunakan untuk pembuatan obat dan parfum. Kulit rusa digunakan untuk membuat sepatu atau sarung tangan.

10. Burung Merak

Bagian ekor burung merak ditutupi oleh bulu. Jika dibuka, bulu penutup ekor akan mengembang. Bentuknya seperti kipas. Pada bulu tersebut terdapat corak berbentuk mata. Bulu merak yang mengembang ini tampak sangat indah. Karenanya, manusia memburunya untuk hiasan. Biasanya, kipas dari bulu merak dipasang di dinding rumah.

11.  Duyung

Duyung merupakan hewan menyusui yang hidup di laut. Duyung bukan ikan, namun sering disebut ikan duyung. Manusia memburu duyung untuk diambil dagingnya. Menurut mereka, daging duyung memiliki rasa yang lezat. Selain daging, taring dan minyak duyung juga dicari. Minyak duyung diyakini dapat mengobati TBC dan nyeri sendi. Adapun taring duyung digunakan untuk membuat pipa rokok.

12. Hiu

Hiu diburu untuk diambil daging, sirip, dan tulangnya. Sirip dan daging hiu dijadikan makanan yang lezat. Tulang rawan hiu dapat menyembuhkan penyakit tulang dan persendian. Selain itu, hati hiu juga diburu. Minyak dari hati hiu mengandung vitamin A. Minyak hati hiu diyakini dapat mencegah kanker. Minyak ini juga dimanfaatkan untuk pembuatan kosmetik, Isi perut ikan hiu dimanfaatkan untuk pembuatan kecap.

No comments:

Post a Comment