Sunday, March 18, 2012

Laporan Praktikum IPA Modul 9. 1.1


MODUL 9: BUMI DAN ALAM SEMESTA

Kegiatan Praktikum 1 : Udara dan batuan
1. Percobaan 1 : udara
    A. Pembakaran memerlukan udara
         Cara kerja
  1. Menyediakan dua lilin yang sama ukuran, warna dan bentuknya.
  2. Lilin diletakkan di atas meja dengan jarak antar lilin ± 30 cm
  3. Lilin dinyalakan
  4. Salah satu lilin ditutup dengan gelas
 







  1. Setelah lilin gelam dalam waktu ± 8 detik, lilin mati. Namun lilin yang tidak ditutupi gelas tetap menyala.
  2. Kedua lilin dinyalakan, lalu ditutup dengan gelas.
 





a. Saat lilin baru ditutup gelas                          a. Keadaan lilin setelah ditutup gelas

  1. Tabel pengamatan: waktu antara lilin menyala saat ditutup gelas sampai lilin mati, untuk 5 kali pengamatan.




Percobaan ke
Selang waktu sampai lilin mati
1
2
3
4
5
± 08.35 detik
± 08.45 detik
± 08.78 detik
± 08.28 detik
± 08.81 detik

                                     Tabel  9.1. pengamatan lilin
B. Udara memekan dari tekanan tinggi ke rendah
     Cara kerja
1.      Lilin diletakkan diatas piring dari bahan kaca/gelas
2.      Piring diisi air kira-kira setinggi 2 cm
3.      Lilin dinyalakan lalu ditutup dengan gelas kaca
 





a. Saat lilin baru ditutup gelas                          a. Keadaan lilin setelah ditutup gelas

4.      Air dalam gelas pelan-pelan naik dan udara menekan di dalam gelas, sehingga menyebabkan api lilin padam. Hal ini membuktikan bahwa udara menekan dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
5.      Lilin padam dalam jangka waktu ± 04.17 detik.

    C. Udara sebagai sumber energi
         Cara kerja
1.      Balon ditiup sampai membesar dan kencang, lalu diikat dengan karet.
2.      Selongsong bolpoint diisolasi dengan balon
3.      Menyiapkan dua sisi penyangga dengan jarak sekitar 1,5 m.
4.      Kawat dimasukkan ke dalam selongsong bolpoint, lalu diikat ujung-ujungya pada kedua penyangga.
                                                              


Gambar 9.4.
                                         Selongsong bolpoint 
 


                                                          balon

                                                            tiang penyangga



5.      Menarik pangkal selongsong bolpont sampai ujung bentangan kawat.
6.      Membuka ikatan karet pengikat balin lalu roket bergerak karena adanya tekanan udara di dalam balon
7.      Setelah tiupan balon dilepas, bentuk balon menyusut dan akhirnya kempes. Balon meluncur dengan cepat ± 02,73 detik antara tinagg penyangga.
8.      Tanpa menggunakan lintasan balon ditiup dan dilepaskan. Balon bergerak ke atas, ke samping, ke bawah tak beraturan dengan sangat cepat.
9.      Besarnya balon dibuat bervariasi untuk mengetahui pengaruh besar kecilnya balon terhadap kecepatan gerak roket. Ternyata semakin besar balon makin cepat pula roket meluncur. Hal ini disebabkan balon besar berisi udara lebih banyak sehingga energi yang ditimbulkan juga besar, karena udara merupakan sumber energi.
10.  Selongsong bolpoint plastik diganti dengan bolpoint dari logam. Gerakan roket melambat karena bolpoint dari logam lebih besar gayanya sehingga memperlambat gerakan roket.











Jawaban Pertanyaan
1.      Lilin yang menyala ditutup gelas akan padam karena di dalam gelas tidak ada udara (hampa udara) sehingga membuat lilin padam.
2.      Bukti kalau udara udara seperti balon ditiup, ban sepeda dan lainnya.
3.      Udara bergerak dari tempat bertekanan tinggi ke tempat yang bertekanan rendah, hal ini dibuktikan dengan padamnya lilin dalam ruang hampa udara karena udara menekan dari tekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah.
4.      Udara sebagai sumber energi, udara dapat mendorong roket keluar angkasa karena tekanan udara yang tinggi sehingga dapat mendorong roket meluncur.


No comments:

Post a Comment